EVERYTHING ABOUT JOE

Im outgoing, romantic

affectionate, lovable, passionate, friendly, kind , nice, sincere guy, I know I have faults but I try to overcome them, have a very big heart but I want to share it with someone special, considerate of others before him selves, calm, caring each other, rarely going out,Hang Out I love being alone at my rooms cos all my master piece out from there

Personal Information

Profession : writer

star sign : Pisces

Height : 5' 7" (170 cm)

Body Type : Average

Ethnic Origins : Asian

Hair : Black

Eyes : Black

Smoke : Yes

Drink : Occasionally

Drugs : Never

Email :Joenesabdullah@yahoo.com Websites :www.jhason.20m.com

   

<< September 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Karya Karya Jones Abdullah

.Eliminasi Eliminasi

.Serial Sobat "Seleb On 7"

.Trilogy DEBU-KABUT-BADAI

.Selaput Dara seorang Perempuan

.Lukisan

.Dua perempuan Bali

.Penari Legon

.Perempuan pemetik kecapi

This Blog have been visit by some :

LINKS
Braunscheiger
bellisimahttp
Shierly
Vi3
Emily
Mitha
Dee
Kinkin
Miya
Bridget
Rara
Laras
Sa
Wisa


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, July 09, 2003
GIMANA JIKA RUMAH KAMU TIBA_TIBA ILANG

Jakarta, (09 Juli 2008) Ini kejadian aneh, plus langkah. Karena rumah gue tiba-tiba ilang saat gw baru aja pulang lewat tengah malam. Kok bisa? Lha ngguyu! nggak masuk di akal, suer rumah gue benar-benar hilang. pagi itu rabu 8 July 2008. Tepat jam 24.35 WIB gue turun dari taksi. Segera tergesa mencabut uang limapuluhan ribu dari balik saku jaket gue. tanpa mikirin kembaliannya. Cukup dengan senyum terimahkasih dari si sopir taksi. Gw segera meluncur masuk gang. Tergesa, dengan langkah persis serdadu Nica yang melangkah ke medang perang. membuka pintu pagar, namun gw langsung jatuh terjerembab ke sebuah tanah kosong. Sedikit mengeluh dan belum sadar, aku coba bangkit kembali. menatap sekeliling gw . kosong! walah pada kemana orang-orang? pada kemana velky, ciara, kunti dan lain-lainnya (anak kucing gw) yang always belum tidur kalau gw belum pulang. Gue berusaha konsentrasi. Mencoba memikirkan kembali kemana hengkangnya rumah gw. Kalau pindah secara mendadak nggak mungkin. Pak RW gw yang terkenal galak nggak bakalan ngijini warganya pergi secara diam-diam. Ini jaman merdeka semua serba transparant. Kalau nggak setuju ama tingkah Ibu RW yang ketahuan jalan ama anak SMU di Mall (padahal itu anaknya , katanya sih) atau juga nggak terima Pak RW nya yang terlibat skandal dengan istri mantan RW gw, itu bukan masalah. Semuanya emang udah ada sknearionya. Semua bisa saja terjadi. Wong Ibu tukang nasi Uduk aja tiba-tiba melahirkan secara diam-diam padahal dia Janda (itu status yang gw baca di KTP nya) atau SI Nara yang terlibat kasus Narkoba yang akhirnya menyeret beberapa Oknum Hansip yang emang sejak dulu ikut-ikutan Ngedrop. Wah gw angkat tangan. Yang jelas Kemana Velky? CIARA? KUNTI? Nyamuk-nyamuk makin ganas, bukan pantat gw aja yang dijilatinya. Pipi gw, leher gw, jidat gw sampai seluruh tubuh gw bentol-bentol. Dasar nyamuk, nggak bisa ngelihat dara Perjaka nganggur hehehe( btw emang msh perjaka?) Ups. Nggak ada yang tahu, termasuk Nenek gw yang paling anti ama keperawanan yang terenggut. Nenek gw dulu aktivis 45 jadi wajarlah semangat kepatriotannya masih terus mendengung. BTW gw baru ingat kalau INA ama Nenek juga nggak ada. Wah tega bener tuh orang berdua. Ke Marina Ancol gak bilang-bilang. Pantasan aja waktu gw miscall nenek, nada sambungnya Andra The Backbon terus terdengar. Nenek bukannya cuek pura-pura nggak denger. Cuma pas ganti HP nokia 73 kemarin nenek makin gatek. Gak bisa jawab, trus tombol answer belum ke pencet nenek udah nyrocos duluan. " Iya nenek pake baju merah pulkadot, tengah berdiri di dekat gerbang satu" Ups! nggak nyambung kan. hehehehe back to masalah rumah. Masalah serius. Kemana rumah gw? kemana nenek? kemana Ina? kalau Ina masa bodo. Ina nggak ditanyain juga pasti pulang sendiri. Dia emang gitu. Anak Rumahan. Setiap hari nginap dirumah siapa aja (hahahaha) OK gue udah pasrah. Kalau saja nenek gw, Ina atau rumah gw nggak bisa kembali nggak papa, gw ikhlas. Biarlah mereka pergi dengan tenang. Tapi jangan Laptop gw yang baru aja beli lewat Kreditan. Karena di dalam Laptop gw ada mimpi gw. Ada harapan gw yang terus belum ilang. Lagu-lagu gw yang gw tulis. Tuhan kalau kamu sayang sama aku, kembalikan Laptop Gw, Kembalikan Velky,Ciara, Dan Kunti. Biar gw bisa melanjutkan hidup Damai bersamanya. Amin! BLASS! tiba-tiba sebuah selop melayang persis di atas jidat gw. "JOe lo tuh gigo lagi yah? udah nenek tungguin sampai nggak tidur, campai nenek tongkrongin MTV hanya karena nunggu kamu. Kamu ngapain kesini ! Rumah kamu tuh disana. Ingat Di gang satunya. Bukan Gang ini! Dasar nyusain aja kamu!" Nenek udah naik pitam. Menjewer kuping gw. Untungnya adzan subuh tiba-tiba berkumandang. Jadi gw ada alasan untuk ngeles ambir air Wudhu. Thanks Nek, karena engkau masih bisa ingatin aku. semoga amnesia gw nggak kambuh lagi SEMOGA....SEMOGA ( nggak) SEMOGA (nggak)...... FREE YORK YANG DAMAI


Posted at 06:24 pm by jones
Make a comment  

Saturday, May 01, 2004
KABUT HITAM DISERAMBI MEKKAH

Sunter 09 Januari 2005

KABUT HITAM DISERAMBI MEKKAH

FAJAR BARU SAJA MENJEMPUT PAGI

SIANG SEGERA MENGHAMPIRI

MEMBAWA DUKA YANG BEGITU PEDIH

TAK HANYA ANGIN YANG BICARA

KALA PAGI ITU,

NAMUN JUGA BADAI.

OMBAK MENGGULUNG SEAKAN MURKA KEPADA SIAPA?

APA DOSA DOSA SAUDARA KAMI TAK TERHINGGA?

DI UJUNG BARAT, DISERAMBI MEKKAH?

ATAU INI HANYA PESAN UNTUK KAMI SEMUA?

KITA MUNGKIN MENGUTUK SIAPA?

MENGANGGAP DIRI KITA TERLALU BERSIH DARI

MEREKA YANG HILANG DISAPU BADAI?

DISINI BUKAN DOSA SEKELOMPOK ORANG

JUGA BUKAN DOSA SATU GENERASI

DI UJUNG BARAT SANA

INI HANYA SEBUAH PANGGILAN

BUKAN TEGURAN ATAU SAPAAN KERAS

DARI RAAB YANG MAHA PENGASIH

MEREKA TELAH PERGI

DENGAN SENYUM DALAM HATI MEREKA

WALAU DUKA SELURUH NEGERI MENJERIT

MEREKA MEMANG ORANG PILIHAN

YANG LEBIH TERKASIH DARI SELURUH JAGAD

ALLAH MEMANG MEMILIH MEREKA

UNTUK MATI DIJALAN SYAHID

DUKAMU ADALAH DUKA SELURUH ANAK NEGERI

DALAM KELAMNYA HATI INI AKU MASIH TERMENUNG

MERANGKAI KARANGAN BUNGA KEPEDIHAN

UNTUK SAUDARAKU DIUJUNG SANA

KARENA KITA MEMANG PERDULI DAN MAU MENGERTI


Posted at 04:14 pm by jones
Comments (2)  

SEKONG

09 Desember 2004

SEKONG

Ditengah hingar bingarnya musik mengalun, menghentak nampak sepasang perempuan tengah berada di dalam sebuah toilet. Mereka yang usianya nggak jauh dari 25an itu saling bercumbu, ciuman tanpa harus risih dengan suasana diluar toilet. Musik masih menghentak, mengalun kencang, sekencang degup dada Katie dan Jean yang entah mereka sudah kerasukan dan mulai kehilangan kontrol. Berciuman dan saling bercumbu layaknya sepasang kekasih disebuah tempat yang sempit.

Musik masih mengalun

Degub dada Katie makin berdebar nggak karuan

Ditengah peluh yang mulai mengucur deras dari balik selangkangannya

Diantara kepul kepulan asap yang keluar dari bibir Jean yang merah merekah

Lima belas menit layaknya satu jam

diantara lenguhan lenguhan panjang

disela sela kilatan kilatan lampu disko yang sempat menyeruak ke dalam toilet

Mereka tersandar lemas

Lima belas menit yang lalu

Diluar disebuah ruangan VIP yang hanya ditutupi sebuah tirai di dalamnya 6 cowok remaja tengah melangsungkan sebuah pesta. Hari itu hari terakhir Jalu membujang, besok dipelaminan ia akan melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis yang entah kesekian kali mencuri hatinya. Entah perasaan apa yang membuat Jalu bisa luluh dan akhirnya memutuskan menikah setelah beberapa bulan bertunangan. Gadisnya agresif dan cukup eksotis hingga Jalu sudah nggak ingat lagi berapa kali dia telah melakukan hubungan badan yang seharusnya dia lakukan bersama gadisnya di malam pertama. Toh malam pertama nggak harus dilakukan dimalam pengantin? itu pendapat Jalu.

Red Wine dan sedikit Vodka, juga ada bebarapa botol Jack Daniel, chivas Regal dan Royal Salute Vodka bergeletakan di atas meja. Ke enam cowok itu mulai megigau, mulai merancu dengan segala kata kata yang nggak jelas, tertawa tawa dan berteriak membuat suasana hingar bingar di lantai dansa sudah nggak mereka hiraukan lagi.

Jean mengoles bibirnya dengan Lipstick keluaran Nina Ricci yang baru, di sisinya Katie masih mencium punggung Jean dengan mesra.

"Stop it! cukup kali ini Katie!" Jean melepaskan rangkulan tangan Katie yang mulai lagi liar.Seakan lima belas menit yang telah berlalu dan apa yang terjadi di dalam toilet belum cukup.

"Ini malam terakhir kita dan sikeparat itu akan memboyongmu untuk selamanya" Katie terdengar mengumpat.

" Bukan berarti kita nggak akan ketemu lagi kan? " Jean membetulkan letak tank topnya yang sedikit melorot. Masih menatap wajahnya yang berpoleskan gincu merah di dalam cermin. Katie masih berada di belakang Jean. Mengeluarkan sebatang rokok dari kotak metalik dan menghembusnya dalam dalam. " Loe yakin?" Tanya Katie hampir nggak mempercayai dirinya sendiri.

Jean membalikkan tubuhnya menatap dalam dalam mata Katie.

" Apa maksud lo?"

"Gue hanya takut kehilangan kamu" Katie segera menuju cermin dan mengusap bibirnya dengan tissue.Kemudian membetulkan letak tali branya yang sedikit menyembul dari balik tank topnya. "Please percaya gue." Jean meyakinkan Katie. "Gue juga nggak percaya seratus persen kalo perkawinan ini bisa bertahan" Keluh Jean seakan akan pada dirinya sendiri.

"Maksud loe tuh apa sih?" Katie masih nggak mengerti

"Lo yakin nggak sih kalau Jalu itu bisa muasin gue"

"Bisa menjadi laki laki tangguh" Tanya Jean sekali lagi

"Kan lo dah mencobanya dan lo ketagihan" Katie tersenyum sinis.

"Gue nggak yakin, bahkan gue nggak akan pernah yakin kalo Jalu bisa memberi semua seperti apa yang lo berikan" Pandangan Jean menerawang nggak berfokus.

Bersamaan kepulan kepulan asap yang mulai memenuhi ruangan toilet. Jean masih berdiri di pojokan masih menatap Katie jauh jauh.........

BERSAMBUNG


Posted at 07:31 pm by jones
Make a comment  

Monday, May 24, 2004
INDAHNYA SEBUAH KEGAGALAN

SUNTER 24 NOVEMBER 2004

Joe seminggu ini nggak kemana mana, suntuk,Liburan terasa menyebalkan. Trus dia nggak bisa saling silaturahmi ama sodara sodaranya plus kerabat dan sobatnya gara gara mesti tinggal dirumah pele di menteng. Yah kayaknya emang moment setahun sekali ini harus Joe lewatkan begitu aja. Belon tentu sodara sodaranya yang ada di Jelambar, Cijantung, Jati bening, Kali deres ( yang ini sebelahan ama Kalifornia ) Meruya, Cimanggis bisa ketemu lagi. Hmmmm ada yang lebih penting dari semua itu. bukankah menghibur seseorang, membesarkan hati seseorang lebih mulia ketimbang dari semua itu. Bokap Pele lagi sakit, dan dia sebagai sobat mesti membesarkan hati temennya itu. biasa penyakit mantan Pejabat era 80an semua juga pada tahu. biasanya nggak jauh jauh dari komplikasi, banyakan mikir tentang negara kita yang emang jauh lebih buruk dari keadaan di era jaman 80an dimana semuanya serba murah.Sekarang semua semuanya mesti di ukur dengan uang. bernafas pun mungkin suatu saat harus ngeluarin duit.

Belon lagi persoalan tentang mamanya. Sampai saat ini Ina belon tahu. Dan sampai saat ini Mamanya belon klarifikasi tentang laki laki pejabat legislatif yang dia jumpai di rumah Pele. Seakan akan semuanya ada scenarionya. Joe jadi mikir. Tentang keadannya yang udah nggak karu karuan. uang pesangon yang dia harap harapkan buat bikin studio belon juga datang dari eks perusahaannya yang dulu juga deket dengan sumbu kekuasaan. Sebuah perusahaan Textile yang sungguh Naas nasibnya akhirnya ambruk bersamaan pemerintahan orde Baru.

Yah semua kegagalan akhirnya ada hikmahnya.Belon lagi bukunya yang kini terkatung katung nggak jelas nasibnya. Joe sebenarnya agak risih telah menggembar gemborkan kesemua sobatnya. Tapi usaha memang nggak pernah sia sia. Walau sampai saat ini dia gagal terus termasuk bukunya yang terlantar, gagal masuk PNS :) ditolak Katie (cewek yang joe incer udah lima tahunan) Pesangonnya sampai saat ini Indent, dan semua semuanya yang nggak ada habisnya mencecar kehidupan Joe.font>

DALAM GELAP MATA INI TERNYATA ADA TERANG YANG BISA MEMBUATKU MELIHATMU TUHAN!

DALAM GELAP BATIN INI TERNYATA MASIH BISA MEMBUATKU TERANG DI SISIMU DALAM GALAU HATI INI, TERNYATA BISA MEMBUATKU TENANG DI HADAPANMU KALA MALAM MALAM DEKAT DENGANMU.

DAN DALAM KEGAGALAN INI ADA SUATU HIKMAH YANG TERAMAT DALAM AKU RASAKAN MENSYUKURI SEMUA NIKMAT YANG KAU BERI WALAU HANYA SEPARUH DARI IMPIANKU

TERNYATA KEGAGALAN ITU SANGAT INDAH JIKA KITA BISA MENIKMATINYA :)

TO MY DEAREST KATIE............................


Posted at 08:17 pm by jones
Make a comment  

Tuesday, July 06, 2004
AKU,LEBARAN & MOMMY

I SYAWAL 1425, 14 Nov 2004

Ina cuma lebaran berdua ama nenek setalh Joe ilang entah kemana Lebaran kemarin masih ada mama,mbak desy, cici dan walau tetap minus bokap. Yah mo dibilang apa lagi kalo lebaran ini memang tanpa kehadiran orang orang terdekat Ina Untungnya masih ada teman teman INa yang bikin suasana Lebaran dirumahnya jadi rameKemarin malam lebaran Sam dah mondar mandir nanyain Joe yang tiba tiba ngilang padahal tu anak dah minjam sepeda motor Bigenk tuk dipake ke Monas. Dasar Sam yang emang nggak pernah nyerah, malah deketin Ina yang lagi sibuk bikin opor ayam di dapur.......hmmm Ina dah pintar masak? Wallahu alam soalnya semenjak Joe datang setelah dua hari ngilang, di rumah nggak ada opor ayam atau makanan yang enak enak dia temuin.

Wajar soalnya dari kemarin Sam datang mulu. Bisa aja tu anak dah habisin semua yang ada dirumah Joe hehhee suudzon mulu, padahal Joe dah janji nggak bakalan bikin dosa lagi ama Sam kalo dah selesai puasa Nggak nemuin Joe Sam malah kesempatan deket deket Ina. walau Ina dah ngancem bakalan nggak bukain pintu dan nggak membuka pintu maaf untuk Sam kalo tu anak berani datang lagi, Sadis amat yah Ina, dah tau ini lebaran!

Lagian kan emang Joe lagi nggak di rumah. Joe tu lagi nginep ampe dua hari dirumah Pele di menteng. Bahkan Joe sholat Ied di Masjid Sunda Kelapa segala. Ina sih ngertiin masalahnya Joe emang lagi suntuk. Untungnya Tari, Juliet bahkan Dita yang katanya banyak salah dan dosa ama Joe datang ke rumah. Belon lagi Sheila dah kirim parcel untuk Joe seorang, konon katanya Sheila dah berhasil jadi artis beneran kali ini gak boongan. Tapi Ina tetap aja nggak terima soalnya kan ada peraturan nggak boleh nerima Parcel Soalnya konon itu indetik dengan kemewahan yang dipaksakan dan paling utama lagi itu sama aja nyogok. Tapi sumpah Sheila nggak bermaksud nyogok apalagi nyuap kayak Joe tuh orang penting banget, pejabat aja bukan!

Joe sebenarnya lagi sedih, saat lagi sendiri dirumah menjelang lebaran mamanya tiba tiba nelpon. Dan hanya ngucapin beribu maaf kalo saja dia nggak bisa hadir Mamanya masih berada di bandung, Namun di menteng saat abis sholat IED sebuah mobil metalik masuk kerumah Pele! Konon sang pemilik mobil metalik itu kerabat bapaknya Pele dah jadi anggota legislatif di Jawa Barat. Dan perempuan separuh baya yang seumur dengan mamanya, yang senyumnya mirip mamanya serta wajah dan semua yang ada pada istri Legislatif itu nggak ada bedanya ama mamanya hanya bisa menatap heran ke arah Joe. Joe tiba tiba pamit tanpa menoleh lagi kearah perempuan itu yang menatapnya masih terpaku keheranan. Pele mengejar Joe memanggil manggil nama Joe saat Joe dah berada dalam bajaj

Joe hanya bisa terpaku dalam bajaj, terguncang dengan segala pikiran yang belum tuntas apakah mamanya kini jadi istri seorang legislatif? yang merahasiakan semua jati dirinya bahkan masa lalunya yang dia kubur dalam dalam Untuk seorang laki laki yang kini punya andil besar dalam pemerintahan punya power dan punya segala galanya yang melebihi dari bapaknya punyai mamanya memang nggak salah! bahkan sangat wajar namun Joe tetap saja nggak bisa percaya, dan nggak akan pernah ceritain semuanya ke Ina dan neneknya kalo mamanya memang berada di jakarta Kalo Istri seorang Legislatif bisa lupa dengan semua sanak saudara kerabatnya bahkan barangkali saja sang Legislatif nya sendiri sudah tentu akan lupa dengan jerit suara Rakyat kecil yang mungkin lebih penting dari keluarganya sendiri

Untuk kebahagiaan mamanya, dan demi kehormatan jabatan suaminya Joe barangkali saja bisa lupa dan akan melupakan semua yang dia ketahui Mungkin itu sudah jalan yang harus dia tempu

Semoga bapaknya di Timor sana bisa mengerti dan masih bisa tersenyum bijak kalau ibu dari anak anaknya kini sudah benar benar milik orang lain

MAAF LAHIR BATIN MA!


Posted at 05:28 pm by jones
Make a comment  

Saturday, July 31, 2004
"Alhamdulillah" Feat YASIN

JAKARTA 31 Oktober 2004 /17 ramadhan

Panas begitu menyengat disekitar jalan Juanda ketika Joe berusaha menepi. Mengibaskan tangannya dan segera berlari berteduh di sebuah halte, menghindar dari kejaran matahari yang seakan menguntitnya sejak tadi. Ada pelu yang lengket disekujur badannya. Terasa gerah dan panas.

Sekali lagi Joe menatap jam dipergelangan tangannya. Wuih! masih dua jam lagi beduk magrib . Joe segera mengeluarkan diskman dari saku ranselnya.Memasukkannya ke dalam tas kecil yang disangkutkan di celana jinsnya. Berusaha khusuk menikmati lagu Too Phat featuring Malik “ Alhamdulillah” yang seakan menemani hari harinya selama bulan ramadhan ini.

Joe masih mikir mikir untuk balik pulang kerumah. Toh disana cuma ada Ina. Buka puasa ama anak itu kayaknya nggak ada manisnya. Membosenkan. Ina cuma bisa bikin Indomie plus telur ceplok. Dari saban minggu itu itu aja menunya dari buka, sahur ketemu buka lagi. Tapi setidaknya Ina udah berusaha menjadi tuan rumah yang baik, mengantikan posisi neneknya yang pergi umroh.

Joe segera menghubungi Ina di rumah. “ Halo hari ini gue nggak…..” Baru saja Joe pengen ngutarakan maksudnya mendadak Answering Machine terdengar. “ Joe sorry! Ina kayaknya penat ngeladeni kamu mulu, nggak salah dong kalo Ina pergi barang sehari ke rumah Tari. Tapi Ina udah siapin semuanya kok di meja seperti biasa ada Indomie dan telor kamu tinggal ngulik aja taukan? “

Joe buru buru menutup telepon genggamnya. Sambil tersenyum dia segera menyebrang menuju Istiqlal. Ada perasaan sejuk ketika kakinya pertama melangkah masuk ke dalam masjid itu. Jam 6 kurang dikit terdengar suara Adzan. Joe segera bergabung dengan para orang orang yang mbludak berebut mengambil nasi box yang disediakan. Lumayan buka puasa gratisan dengan para musafir. Gini gini Joe juga musafir yang ikut terdampar di Istiqlal hehhee.

Malam kini bergulir. Joe masih melangkah dengan gontai menelusuri panjangnya Juanda. Dan tanpa disadari sebuah tangan kasar menarik tas kecilnya yang dia sengaja ditaruh di samping celananya. Joe dengan sigap mengejar laki laki yang hampir sebaya dengannya. Namun Joe nggak kuat untuk terus mengejar. Laki laki itu berlari melesat sambil menenteng tas kecil yang barusan dia rampas. Didalamnya masih mengalun lagu Too Phat featuring Yasin dengan lagu “Alhamdulillah”

Joe berdiri terpaku. Masih memikirkan tas kecilnya, disk mannya, serta cd Too Phat didalamnya. Kadang memberi memang lebih mulia dari pada meminta. Namun kenapa manusia lebih banyak meminta ketimbang memberi. Meminta dengan paksa yang bukan menjadi haknya. Bahkan meminta dengan kekerasan. Tapi setidaknya orang yang memberi memang akan tetap berlimpah harta, sementara yang meminta akan selalu kekurangan dan tak pernah merasa berkecukupan. Joe mengiklaskan semua itu. Barangkali saja Tuhan ingin memberikan tegoran.

Mengucapkan Alhamdulillah dan Asma Allah lainnya lebih bijak dilafadzkan melalui mulut kita sendiri. Ketimbang harus mendengarkan orang lain melafadzkannya. Karena kadar amalnya tak akan pernah sama. Alhamdulillah puji syukur padamu ya Allah karena engkau telah mengingatkan aku untuk kembali dekat padamu. Dan kembali mengisi qolbu ini dengan ayat ayat sucimu.


Posted at 12:04 pm by jones
Comments (3)  

Monday, August 16, 2004
ANYTHING ROMANTIC
Monday, September 27, 2004
Sheila Vs Playboy Kaleng

Alhamdulillahakhirnya buku gw keluar juga, moga moga dukungan para blogger mania bisa membuat buku ini diterima di pasar. Dengan nama Ali Seehan biar lebih komersil. Ini suatu mimpi yang panjang dari penulis yang wara wiri di blog dan di Milis kayaknya gak percaya aja, btw kasih koment tentang isi buku ini yah.....

SHEILA Vs PLAYBOY KALENG

Di dalam sebuah toilet ternyata Jun dan Jhon lagi gantian kostum. Tanpa mereka sadari dan mereka ketahui bahwa yang barusan naik panggung mengiringi Sheila barusan adalah Jun. Ke dua anak kembar itu kini tengah berdebat di dalam toilet. Jun hanya sanggup nolongin Jhon cuma satu lagu karena dia udah ada janji ama Katie ke konser Linkin Park di pantai Karnaval Ancol.

Baru saja mereka akan ganti kostum mendadak Juliet masuk ke dalam toilet. Jun gelagapan buru buru mendorong tubuh Jhon masuk kembali ke dalam untuk segera ngumpet. Juliet menatap Jun dengan tatapan berbunga bunga. Kayaknya cinta yang dulu sempat ilang seakan bersemi lagi kembali.

“Gue cuma mo ucapin terimah kasih ke lo!” “Tanpa lo pertunjukan malam ini gak akan sehebat tadi “Ucap Juliet masih dengan tatapan berbinar binar terang. Jun salah tingkah dan mulai gelisah. Juliet mulai mendekat dan makin mendekat. Tanpa dinyana Juliet langsung mengecup pipi Jun dan merangkulnya dengan erat. Jun jadi salah tingkah.

“ Gue nggak nyangka kalo lo masih mau nolongin gue. Padahal gue tuh dah jahat ama lo” Kata Juliet terisak. Jun hanya mengacak acak poni Juliet dan membalas pelukan Juliet. Juliet yang emang udah lama nggak ngerasain hangatnya pelukan seorang cowok masih tetap aja merem. Membiarkan dirinya masih berada dalam pelukan Jun. Kayaknya Juliet masih nggak rela kalo momen yang indah itu segera berlalu. Yah mumpung dalam toilet gak ada siapa siapa. Kapan lagi dia bisa sedeket itu dengan Jun. Padahal dari jauh Jhon udah gelisah melihat adegan syur itu.

Tanpa Jun sadari kalo ternyata di hadapannya tuh telah berdiri cewek berambut sebahu warna coklat dengan jaket hitam garis garis plus celana kargo warna armi. Jun masih belon sadar. Apalagi Juliet yang masih terus lengket ke tubuh Jun kayak gak mo pisah.

Cewek itu kemudian berlalu dengan kecewa sambil membuang dua tiket konser Linkin Park ke hadapan Jun. Membuat Jun gelagapan buru buru melepaskan pelukan Juliet. Dia segera mengejar Katie yang berlari masuk ke dalam mobil VW bitelnya.

“Plis, gue harap lo mo dengerin kata kata gue ini” Jun berusaha merayu Katie yang udah keburu ngambek. “Dia tuh cuma temen ” Ujar Jun membela diri. “Dasar udah ketauan masih aja kagak mo ngaku” Sloroh Katie sewot. “Tau nggak gue tuh dah jauh jauh hari pengen nonton bareng ama lo” “Bahkan gue rela ngeluarin kocek gue tuk bayarin lo” “Tapi lo justru tega teganya ngedeketin cewek lain dan selingkuh di depan mata gue” “Cowok macem apaan lo? Dasar Playboy !” “Dia tuh nggak ada hubungan lagi ama gue suer!” “Dulu emang iya dia pacaran gue. Tapi gue ama dia udah putus” Jun masih terus berusaha mendekati Katie. Namun Katie udah nggak percaya ama omongan Jun. Justru Katie nyuruh Jun untuk segera turun dari mobil VWnya.

“Sorri Jun kayaknya gue dah nggak semangat tuk nonton Linkin Park” “Gue mendingan pulang.“ “Kok gitu sih yang, kitakan mo nonton Linkin Park” Ujar Jun dengan mimik menyesal. Namun Katie udah terlanjur kecewa. “Sorri gue dah nggak mood. Lo pergi aja ama pacar lo itu” “Kok lo ngomong gitu sih ?” “Sumpah gue janji gak gitu lagi deh!” Jun masih berusaha merayu rayu Katie namun Katie langsung meninggalkan Jun yang masih berdiri dengan wajah memelas. Jun mengepal tangannya dan berteriak kencang ke udara menyaksikan VW Bitel Katie melaju kencang meninggalkan Jun yang masih mengumpat dengan kata kata makian.

Juliet masih berdiri menerawang dengan tatapan nggak percaya kalo Jun ternyata udah punya gebetan baru. Juliet cuma bisa bersandar di sisi pintu kafe melihat kejadian barusan. Lagi lagi Juliet harus kecewa. Kenapa dia harus membiarkan semuanya terjadi dan kenapa dia harus kehilangan dan terus kehilangan cowok yang saat ini masih dia sayangi. Tapi nggak papa. Bukan cuma Jun aja yang ada dalam hatinya.

***

Sam tengah berbaring dalam kamarnya. Pikirannya melantur ke mana mana. Kalo Sam dah betah tinggal dalam kamarnya berarti doi lagi bokek. Dan yang biasa Sam lakukan kalo lagi gak punya duit adalah melamun jorok. Sam emang punya hobbi ngelamun yang jorok-jorok. Pokoknya yang jorok abis deh macem melamun gimana kalo dia tuh lagi makan bubur ayam sambil E’e di toilet seru kali yah? Atau paling nggak makan indomie di deket tumpukan sampah yang dirubung laler. Ikh! jorok abis hehehe. Tapi bener. Kali ini Sam pengen ngelamun yang lain. Dalam kamar dia dah nggak pake kolor. Soalnya Sam emang cuma punya dua CD (celana dalam) dan semua CD nya emang lagi berjemur di atas genteng.

Dalam kamar Sam mlototin gambar - gambar aduhai dari majallah Playboy yang dulu dia embat waktu maen di Kwitang. Sam makin napsu. Dia makin nggak bisa ngontrol napsunya yang udah ampe ke ubun ubun. Yang jadi korban dari pelampiasan gilanya adalah sebuah boneka Panda yang udah buluk dan nggak berbentuk gara gara sering diperlakukan Sam seenaknya. Boneka Panda itu emang dari dulu udah nggak perawan (hehehe) ampe bokongnya tepos gara gara sering digencet ama Sam.

Seandainya PPB (para penyayang boneka) tau. Sam bakalan kena omelan. Soalnya boneka itu kan bukan barang yang bisa digerayangin, diraba raba dan dielus elus. Apalagi diperlakukan ampe kelewat batas.

Baru aja Sam menikmati kelakuan anehnya itu tiba tiba pintunya diketuk dari luar. Sam jadi kesal karena belon sempat total menikmati khayalannya. Belon juga klimaks, eh ada yang usil ganggu kegiatan esek eseknya. Buru buru dia melompat turun. Pake sarung dan segera membuka pintu.

“Dita! “ Sahut Sam nggak percaya pas tau siapa yang datang. Matanya ampe melototin tubuh Dita yang lagi pake Tanktop ketat plus celana bisikal selutut. Walau nggak ada seksinya sama sekali tapi bagi Sam tubuh Dita tuh dah lumayan oke. Anggap aja dia lagi mlototin tubuh Jane Fonda.

“Gue cuma pengen ngajak lo lari pagi ke Senayan” Ujar Dita masih berdiri di depan pintu. “Masuk dulu gih!” Sam ngasih isyarat dengan kerlingan matanya. Dita ngiyem aja masuk ke kamar Sam yang udah kayak kapal pecah. Ampe baju dalam dan lain lainnya masih geletakan sana sini.

“Dah siang nih! Kapan mo ke Senayan? “ Dita udah mulai gelisah sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. “Ke Senayan? Ngapain? Udah disini aja!” “Nggak ah, meding lari pagi di Senayan” “Pan Dita mo ngurusin badan, eh lo punya tips buat nurunin badan ?” Dita buru buru nanya Sam pas ingat kata kata Joe tadi pagi. “Ngurusin badan mah dimana aja. Di sini juga bisa.” “Dalam kamar? Emang bisa?” Tanya Dita belon paham “Yeee lo belon tau yah?” Seloroh Sam. “Apa nggak repot ?” Tanya Dita lagi “Yang mana dulu” “Maksud lo? “ Alis Dita terangkat makin nggak ngerti. “Kalo lo lari ke Senayan, ntar lo cuma cape’. Udah gitu nggak asik, nggak fun” “Gue punya ide” Sahut Sam tersenyum. “Kasih tau dongggg! Plis “ Pinta Dita udah nggak sabaran. Membuat Sam nelan ludah makin sibuk ama pikiran kotornya yang sempet terbesit dalam benaknya. Setan udah mulai berisik di kuping Sam. Berusaha manas manasin Sam. Lo tuh cuma beraninya ama boneka, ama mahluk nggak berdaya. Berani nggak lo ama cewek di depan lo! Bisik sang setan coba tuk nantangin Sam.

“ Sapa takut! “ Sahut Sam nggak sadar. Membuat Dita menoleh ke arah Sam dengan tatapan aneh. Sam barusan ngomong ama sapa yah? Batin Dita bertanya tanya. “Lo itu cuma perlu melakukan....” Sam menghentikan kata katanya barusan sambil melirik nakal ke arah Dita. “Gue mesti ngapain ?” Sambung Dita makin penasaran. “Melakukan kegiatan seks “ Jawab Sam singkat namun itu cukup membuat Dita jadi terperangah.

“Seks? maksud lo gue melakukan hubungan badan gitu?” Tanya Dita ampe gak percaya. Sam mengangguk cepat. “Ama siapa?” Tanya Dita culun. Sam buru buru menyambar boneka Pandanya. “Ama ini! “ Sam mengacungkan boneka Pandanya. “Gue mesti ngeseks ama boneka?” Tanya Dita memperjelas omongan Sam. “Gila lo yah!” Maki Dita. “Tau nggak sekarang tuh lagi musim maen pake boneka” “Kalo nggak ama diri lo sendiri deh!” “Lo tau kan maksud gue?” Tanya Sam. Dita menggelengkan kepalanya.

Nih anak bolot amat sih! Apa isi otaknya tuh cuma lemak semua yah? Ampe Dita belon ngerti juga? Maki Sam dalam ati. Kini Sam udah nggak sabaran. Dia langsung menjelaskan secara rinci apa yang mesti Dita lakukan. Bahkan Sam menjelaskan dengan lengkap bagaimana kegiatan seks itu bisa membakar lemak dalam tubuh melebihi lari pagi di Senayan . Karena aktivitas seks itu lebih manjur dan lebih cepat membakar lemak tubuh tanpa harus buang buang energi yang cukup banyak. Lagian yang dia lakukan cuma ngebayangin yang jorok jorok trus otak langsung bereaksi. Jadi panas dan akhirnya membakar semua lemak yang bejibun dalam tubuh.

Dita akhirnya ngerti juga. Setelah hampir duapuluh menit Sam nyerocos ampe bibirnya dah keriting.

“Udah ikutin yah apa yang gue bilang” Sam udah siap ambil ancang ancang. Sementara Dita duduk bersila di belakang Sam. “Lo raba dada lo perlahan dan mata lo dimeremin. kemudian mendesah!” “Tangan lo diturunin ke bawah raba perlahan . Trus naek dikit.” “Jangan lupa merintih perlahan” Kata Sam percis instruktur jempolan. Dita mau aja ngikutin apa yang disarankan oleh Sam. Sam sempet protes karena Dita mendesahnya kurang seksi. Curangnya saat mendesah begitu, Sam ampe nggak berkedip mlototin wajah Dita yang tengah merem melek kayak udah sakau banget. Otomatis Sam makin napsu dan nafasnya udah naek turun nggak teratur. Sam dah sange banget ngeliat Dita dengan posisi yang menantang begitu. Kok Dita masih mendesah juga. Makin lama desahannya makin kenceng bahkan dadanya mulai naek turun juga. Wah jangan jangan Dita nantangin Sam nih? Sam gelisah berusaha nenangin pikirannya yang mulai ngaco.

Sam makin kaget pas tau tubuh Dita bergetar makin kenceng kayak pake Vibrator. Dan akhirnya..... Bruk! Tubuh Dita jatuh kayak karung beras. Dita pingsan seketika membuat Sam langsung panik buru buru menyadarkan Dita. Sam jadi ingat di pilemnya Bay Watch kalo orang pingsan tuh mesti diberi nafas buatan. Tanpa ragu ragu Sam langsung ngasih nafas buatan buat Dita. Walau nafas tu anak agak berbau jengkol tapi gak papa deh yang penting Dita cepat sadar.

Baru aja bibir Sam menempel di bibir Dita mendadak sekilas matanya menangkap sebuah bayangan yang kini udah makin jelas berdiri di depan pintu kamarnya. Jantung Sam otomatis langsung berhenti sejenak. “ Eh ..Ibu!” Kata Sam nyaris menjerit pas tau kalo orang yang tengah melotot di depannya itu adalah ibu kosnya sendiri. “Kamu mending cepat angkat kaki dari sini!” “Gue takut kalo tempat ini disangkain tempat mesum gara gara ulah kamu!” Teriak ibu kosnya dengan suara camprengnya. Ampe Sam panik buru buru mungutin barang barangnya. Dita yang udah sadar cuma bisa menatap Sam dengan tatapan menyesal. Padahal Dita udah berusaha menjelaskan sejelas mungkin ke ibu kosnya Sam prihal apa yang baru saja terjadi. Sam cuma bisa pasrah.

“Sorri Sam, Dita gak nyangka kalo masalahnya bisa jadi panjang ” Kata Dita dengan raut wajah sedih. “Udeh diem nggak usah pusingin gue” Sahut Sam kesel “Trus lo mo kemana? Nanti gue antar deh” Dita berusaha menawarkan jasa baiknya ke Sam. “Nggak perlu!” “Emang ibu kos gue gitu kok. Suka cemburuan “ “ Orangnya suka nggak seneng kalo ada cewek yang maen ke sini” Jelas Sam. “Oh gitu” Sahut Dita ngiyem. Sam bener bener diusir dari kos kosannya. Detik itu juga dia harus segera angkat kaki. Dita masih ngikutin Sam dari belakang kayak abdi dalem yang ngiringi rajanya. Tapi belon lima detik Sam melangkah dia kemudian balik lagi. “Eh, sapa yang nyuruh lo balik lagi hah!” Bentak ibu kosnya yang udah nggak sudih melihat tampang Sam. “Eh ibu segitu nyolotnya sih.” “Sorri bu. Cidi gue ketinggalan di atas atep” Sahut Sam. “Lagian kalo gue tinggalin emangnya muat buat ibu? Nggak kan?” Kata Sam ngeledek. Setelah itu Sam bener bener pergi. Berhubung karena Sam nggak punya duit akhirnya Dita mengantarkan Sam ke Kafe Mario’s. Dia pengen minta saran akan nasibnya yang sungguh nggak pernah kebayang bisa diusir dengan secara paksa.

Dita nganterin ampe di depan kafe. “ Gue gak usah masuk yah, soalnya Dita buru buru nih” Kata Dita setelah Sam dah turun dari mobil. Sam cuma bisa ngangguk. “Eh kapan ngajak Dita latian ? “ Tanya Dita. “Gampang deh! bisa diatur kok kapan lo mau. Asal jangan pingsan lagi yah kaya tadi” “Asli gue takut banget kalo lo pingsan ” Ujar Sam dengan mimik konyol. Dita cuma bisa nyengir. “Sorri tadi tuh asma gue kumat” “Sangkain lo dah klimaks abis nafas lo udah naek turun gitu” “Iya seh, asma gue emang suka kumat kalo lagi mikir yang jorok jorok!” Sahut Dita sambil cekikikan. “Oke deh makasih yah Sam muachhhhhhhh!” Kata Dita sambil monyongin bibirnya yang emang udah kayak mas koki. Sam cuma bisa garuk garuk kepala dan segera ngeloyor masuk ke Kafe Mario’s. ***

Dalam sebuah taksi nampak Joe dan Cintya tengah memadu cinta. Cintya emang udah terlanjur cinta ama Joe. Nggak tau kenapa pokoknya Cintya dah rela deh diapa apain ama Joe. Hati dan jiwanya rela dia serahkan hanya untuk Joe seorang. Cintya menggenggam tangan Joe erat. Begitupula Joe seakan akan takut untuk berpisah. Joe pun merasa dunia ini bagai milik mereka berdua malam itu. Yang lain mah cuma ngontrak termasuk sopir taksi yang sedari tadi mengantar mereka keliling Jakarta.

Sopir taksi yang emang ketiban sial sekaligus untung malam ini cuma senyum senyum masem. Sambil sesekali mengintip dari kaca depan. Ketiban sial karena malam itu dia hanya jadi penonton setia menyaksikan adengan adengan yang sepatutnya disensor. Namun sekaligus untung karena nilai argonya yang makin bertambah banyak. Entah udah berapa kali mereka mutar mutar. Ampe mereka gak sadar kalo mereka dah lewat di depan Kafe Mario’s ampe berkali-kali.

Desahan desahan yang ada di belakang bikin sopir taksi jadi nggak konsen. Joe makin berani melakukan aksi liarnya. Tangannya dah menjangkau kemana mana ke seluruh permukaan tubuh cewek itu. Disertai desahan desahan genit dari Cintya. Padahal Joe belon ngapa ngapain tu anak dah lemes kegelian. Sampai suatu saat sopir taksi itu menghentikan laju taksinya. Joe dan Cintya kontan merasa terganggu apalagi si sopir berhenti pas di dekat lampu jalan. Cintya buru buru berbenah betulin letak Tanktop nya yang dah mlorot kemana mana.

“ Abang gimana sih kok berhenti? Sapa yang nyuruh?” Sloroh Joe kesel gara gara aksi liarnya jadi terusik. Tanpa sepatah kata sopir taksi tadi buru buru keluar. Lari ke semak semak. Nggak tau ngapain di sono hehehhe.

Nggak lama kemudian sopir taksi tersebut muncul lagi dan kemudian segera melajukan taksinya dengan kencang. “Tadi ngapain bang? “ Tanya Joe pengen tau. “Ah mo tau aja, emangnya situ aja yang bisa. Abang juga bisa” “Ama siapa bang?” Tanya Joe usil. “Pake tangan. Emangnya ama po’on” Jawab sopir taksi dengan cueknya. Kembali Cintya rebahan di sisi Joe. Lagi lagi Joe nggak membiarkan kesempatan langka itu. Berusaha deket deket Cintya selengket mungkin. Sopir taksi cuma bisa nelan ludah lewat tatapan matanya dari balik kaca depan. Gila! Belon puas juga tuh anak di belakang. Bagi bagi kek. Guman si sopir dalam ati.

Malam makin larut. Hingga Joe tiba tiba menghentikan aksinya disaat Cintya udah benar benar terbuai dan siap menyerahkan segalanya.

“Berhenti bang! “ Kata Joe tiba tiba sambil melepas rangkulannya. “Ada apa Jo? “Tanya Cintya kebingungan campur kecewa gara gara Joe langsung melepaskan rangkulannya. Padahal Cintya dah hampir klimaks. Cintya tiba tiba pasang muka cemberut gara gara dicuekin oleh Joe barusan. “Nenek gue!” Sahut Joe kayak orang kebingungan. “Knapa ama nenek lo Jo?” Tanya Cintya gak ngerti. “Nenek gue masih di Kafe Mario’s” Kata Joe panik. “Nenek yang mana? Perasaan gue gak liat ada nenek nenek ” kata Cintya dengan culunnya. “Tadi tuh gue datang ama nenek gue ke kafe “ Jelas Joe tetap ngeyel “Paling juga dah pulang. Inikan dah malem banget “ Ujar Cintya yakin kalo nenek Joe udah pulang “Dia tuh gak mo pulang kalo nggak ama gue, gimana yah?”Joe masih kebingungan dan cemas memikirkan keadaan neneknya yang masih berada di Kafe Mario’s. “Gue mesti ke Kafe Mario’s sekarang.” Joe segera turun dari taksi dan langsung ngibrit nggak karuan. Cintya segera ikut turun dan berusaha mengejar Joe yang udah lari terbirit birit kayak orang kesurupan “Jo! Kamu kok tinggalin gue sih?” Cintya udah mulai kesal dan nyaris nangis. Namun Joe udah semakin jauh berlari dan lenyap ditelan gelapnya malam.

“Gimana nih neng? Sapa yang mesti bayar semua ini?” Tanya si sopir taksi. “Tapi pak gue nggak ada duit. Yang bayar mestinya Jo ” “Lagian gue kan cuma diajak ama dia.” Kata Cintya memelas campur geram gara gara ditinggal begitu aja seorang diri. “Oke kalo gitu kamu gak bayar gak papa, asal kamu mau memberikan ……” Ujar si sopir taksi kelihatan ragu ragu. “Memberikan apa pak?” Tanya Cintya gak ngerti “Hmmmm memberikan ciuman pada saya” Ujar Sopir taksi sambil tersipu malu . “Itung itung sebagai pengganti pacar kamu yang nggak bertanggung jawab itu” Sopir taksi melirik dengan genit ke arah Cintya sambil mencubit lengan gadis itu. Sopir taksi langsung pasang mulut monyongnya pengen nyium sambil mejemin mata. Baru aja bibir sopir taksi itu mo nyosor ke pipi Cintya. Mendadak sebuah gaplokan keras hinggap di pipi sang sopir taksi. Plok! “Laki laki emang semua sama aja “ “Semuanya bajingan ! “ kata Cintya kemudian berlalu dan segera bergegas pergi. Si sopir taksi cuma bisa ngelus ngelus pipinya yang kena tabok. Sambil merenungi nasibnya yang harus menanggung semua kerugian yang dia derita. ***

Joe berhenti di depan rumah Mario yang udah sepi. Joe segera menuju ke sebuah telepon umum yang berada tepat di depan rumah Mario. “Alooo Mario! gawat neh !” Kata Joe dengan nada buru buru kayak ada yang ngejar. “Aluuuuu, sapa neh? “Tanya Mario sambil membetulkan letak sarungnya yang nyaris melorot. Mario kalo tidur emang selalu pake sarung. Itu udah menjadi tradisi dari nenek moyangnya. Gak heran kalo semua usaha dari bokap, kakek ampe buyutnya laris manis. Ngomong ngomong hubungan sarung ama jualan di mana yah? hehehee

“Nenek gue masih ada di kafé lo!” Ujar Joe tersengal sengal setelah tadi abis berlari kencang “Sapa neh? “ Sahut Mario malas malasan sambil melihat jam wekernya. Busyet, siapa sih iseng banget nelpon orang tengah malam begini! Gerutu Mario dalam ati. “Gue .j.j.j Joo” Sahut Joe terbata bata saking capenya. “Iya tau, Lo Jo kan?” Tebak Mario. “Bisa nggak sih lo nggak ganggu gue barang sebentar “ Pinta Mario dengan suara paraunya

“Plis, nenek gue tertinggal di kafe lo.” Sahut Joe memelas “Nenek yang mana?” Tanya Mario sambil garuk garuk kuping. “Nenek yang gue bawa tadi ke kafe lo.” Joe udah mau nangis saking paniknya. “Udah deh Jo jangan bercanda. Gue ngantuk berat nih suer! “ Mario pake ngangkat dua jari kayak si Joe bisa ngeliat aja dia bersumpah. “Besok aja Jo, ambil nenek lo.” Kata mario sambil merem saking ngantuknya. Bahkan kemudian dia ngorok sambil megangin gagang telepon. “Nggak bisa, sekarang juga kita mesti ke kafé lo ” “Gue kuatir nenek gue mati lemas di sana! “Nada suara Joe meninggi bahkan nyaris berteriak di kuping Mario. Mario gelagapan kaget segera membuka kelopak matanya. “Jangan sekarang deh. Gue yakin nenek lo gak bakalan mati. Di kafe gue kan banyak makanan ” Jelas Mario sambil menguap kencang. “Nenek gue tuh lagi diet. Lagian dia juga gak suka makan kue coklat atau sandwich “ “Sadar Jo itukan cuma sebuah slayer, nggak bakalan ilang kok” “Oh gitu cara lo, Oke kalo lo tetap gak mo kesana. Jangan salahin gue kalo gue bongkar paksa pintu kafe lo ” Ancam Joe kemudian. Mario melotot baru sadar. Si kuya itu gak maen maen. Dia paling apal kalo Joe nekat melakukan apapun termasuk merusak pintu kafenya demi neneknya. Daripada harus ketiban sial mendingan Mario turutin aja kemauan anak itu. Walau sebenarnya Mario masih ngantuk berat. “Oke gue kesana deh, lo tunggu aja “Mario segera melompat melepas sarungnya kemudian pake jaket dan menyambar kunci kafenya.


Posted at 08:36 pm by jones
Comments (4)